ANALISIS PROSES Rekrutmen DAN TENAGA KERJA PADA Seleksi PERUSAHAAN DI SURABAYA Kontraktor

Dibuat oleh:
Heboh Nurtanio ()

Perihal: Lapangan Pekerjaan
Keyword: Rekuitmen

[Description]

Proses Rekrutmen Seleksi murah Mempunyai peran Result Dalam, kesuksesan tiap perusahaan Kontraktor KARENA proses Rekrutmen Seleksi murah dapat menunjukkan kemampuan perusahaan UNTUK Terus Bertahan, beradaptasi murah berkembang khususnya di Timur persaingan ketat Yang. Oleh KARENA ITU, para Kontraktor yang profesional dituntut UNTUK Lebih Dalam, mengelola perusahaannya khususnya Dalam, Hal sumber Daya Manusia (Tenaga Kerja). Adapun tujuan Penelitian ini adalah Dari UNTUK mengetahui proses Rekrutmen Seleksi Tenaga Kerja murah Yang meliputi frekuensi murah efektifitas sumber METODE Seleksi Rekrutmen murah, UNTUK mengetahui apakah setiap perusahaan Kontraktor BAGIAN barang milik pribadi Mempunyai Masalah Yang mengatur Rekrutmen Seleksi murah, apakah Sertifikat keahlian merupakan METODE Seleksi Yang Paling efektif murah apakah terdapat Perbedaan ANTARA Kontraktor gede murah menengah Dalam, proses Rekrutmen Seleksi murah. Dalam, mengumpulkan data, Penelitian ini menggunakan kuisioner METODE. Penelitian dilakukan di Surabaya DENGAN populasi 100 perusahaan Kontraktor Gedung Pabrik Kualifikasi gede murah murah menengah Yang tergabung Dalam, GAPENSI. Sedangkan responden sebagai Sampel Penelitian adalah barang milik pribadi manajer atau Orang-Orang Yang bertanggungjawab secara Langsung Dalam, proses Rekrutmen Seleksi murah sebanyak 80 responden. Data hasil kuisioner Yang dapat dikumpulkan, dianalisa DENGAN METODE menggunakan deskriptif, uji-t murah METODE diskriminan. Dari analisa secara deskriptif PADA 60 Data hasil kuisioner Yang Telah Kembali, Diketahui bahwa 81,67% perusahaan Kontraktor di Surabaya Tidak Mempunyai BAGIAN barang milik pribadi. Sumber Rekrutmen Yang Cukup Baik digunakan SERING UNTUK Tenaga Kerja Tenaga Ahli maupun kerja terampil adalah surat lamaran kerja Dari Tenaga Yang mencari Pekerjaan. Selain ITU, dapat Diketahui pula bahwa Sertifikat keahlian Bukan METODE Seleksi Yang Paling efektif dibandingkan wawancara Yang dinilai efektif digunakan oleh sebagian murah gede perusahaan Kontraktor. Dari hasil Uji t-test, Dari 80 sub variabel Yang ada terdapat Perbedaan rata-rata gede murah ANTARA Kontraktor Kontraktor menengah PADA 9 sub variabel. Dari 9 sub variabel tersebut terdapat Hanya Satu sub variabel Yang membedakan secara signifikan MENURUT Model diskriminan yaitu frekuensi surat lamaran kerja Dari Tenaga Yang mencari Pekerjaan sebagai sumber Rekrutmen Tenaga Kerja Ahli.

Keterangan

Proses merekrut dan memilih karyawan memainkan peran penting dalam keberhasilan Perusahaan Konstruksi karena proses ini akan menentukan keberlanjutan perusahaan untuk beradaptasi dan mengembangkan, terutama dalam persaingan yang berat. Oleh karena itu, Perusahaan Konstruksi harus lebih profesional dalam mengelola perusahaan terutama menyangkut sumber daya manusia (tenaga kerja). Tujuan dari penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui proses perekrutan dan memilih karyawan yang meliputi frekuensi dan efektifitas sumber rekrutmen dan metode seleksi, kedua, untuk mengetahui apakah setiap perusahaan konstruksi memiliki departemen personalia yang mengelola perekrutan dan seleksi karyawan dan apakah sertifikat terdiri dari metode seleksi yang paling efektif, dan akhirnya untuk mengetahui apakah proses rekrutmen dan seleksi di perusahaan konstruksi besar berbeda dari pada yang tengah. Data diperoleh melalui kuesioner dengan 100 sampel pabrik besar dan menengah dan kontraktor bangunan yang tergabung dalam GAPENSI (Asosiasi Perusahaan Konstruksi Indonesia), sementara 80 responden dalam penelitian ini adalah personil manajer atau orang-orang dalam perubahan rekrutmen dan seleksi. Kuesioner dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif, t-test dan metode diskriminan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa dari 60 kuesioner yang dikembalikan, 81,67% dari perusahaan konstruksi di Surabaya tidak memiliki departemen personalia, sementara sumber rekrutmen sering digunakan untuk menyeleksi tenaga kerja terampil dan baik teknis melalui surat aplikasi. Sementara itu, pemohon sertifikat tidak metode yang paling efektif dibandingkan dengan seleksi wawancara yang banyak digunakan oleh kontraktor. Sementara hasil uji-t menunjukkan bahwa dari 80 sub-variabel yang digunakan, ada 9 sub-variabel yang menunjukkan perbedaan antara perusahaan konstruksi besar dan menengah. Dan dari analisis diskriminan dari 9 sub-variabel, ada 1 perbedaan yang signifikan antara kontraktor besar dan menengah yang frekuensi surat permohonan pekerja terampil sebagai sumber rekrutmen.